Tumbuhan dan Satwa Dilindungi di Java Jazz Festival XVII 2022

Tumbuhan dan satwa dilindungi dikenalkan kepada visitor Java Jazz Festival pada Jumat – Minggu (27-29 Mei) lalu.

Melalui atraksi Augmented Reality (AR) di booth KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) para pengunjung nampak antusias dengan satwa-satwa langka Indonesia seperti badak Sumatera (Rosa dan Baby Rosa), kucing emas, bekantan, dan kupu-kupu.

Anda dapat mengetahui daftar Tumbuhan dan Satwa Dilindungi (TSL) melalui Peraturan Menteri LHK berikut ini:

“Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.106/MenLHK/Setjen/Kum.1/12/2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MenLHK/Setjen/Kum.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi” atau secara singkat biasa disebut sebagai “Permen LHK No. 106 Tahun 2018 Tentang Jenis TSL”.

Download: Permen LHK No. 106 Tahun 2018 Tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Dilindungi (11 downloads)

Tidak mau kehilangan momen, para pengunjung booth dengan sigap mengambil foto bersama AR Badak Rosa dan Baby Rosa. Mereka mengabadikan digital experience tersebut dengan perangkat smartphone masing-masing.

Rosa dan anaknya merupakan jenis Badak Sumatera, yang dalam bahasa latin disebut Dicerorhinus sumatrensis. Kategori ini memiliki ciri fisik berupa cula dua dan bulu-bulu lebih dominan.

Momen bersejarah mewarnai Presidensi G20 Indonesia. Seekor Badak sumatera lahir di Suaka Rhino Sumatera Taman Nasional Way Kambas. Kamis, 24 Maret 2022.

Anda dapat mengetahui lebih lanjut tentang momen kelahiran Baby Rosa dalam siaran pers “Badak Sumatera Kembali Lahir di Taman Nasional Way Kambas“.

AR Badak Sumatera
Pengunjung booth KLHK berinteraksi dengan AR Badak Rosa dan Baby Rosa (Badak Sumatera).

Selain badak, monyet bekantan turut ditampilkan dalam atraksi AR tersebut. Tahukah Anda? Bekantan, Nasalis larvatus, yang merupakan binatang khas hutan mangrove biasa hidup berkelompok dan menghabiskan waktu di atas pohon mangrove. Bekantan merupakan monyet unik dari Pulau Kalimantan.

Ada yang menyebutnya monyet Belanda. Ada juga memanggilnya monyet hidung panjang. Itulah Bekantan (Nasalis larvatus). Monyet ini merupakan spesies endemik mendiami hutan bakau (mangrove) Kalimantan.

TSL juga dikenalkan kepada visitor melalui kinect game. Pada permainan ini tidak hanya “Tebak Tumbuhan dan Satwa Dilindungi“, “Tanam Mangrove” dan “Pilah Sampah” juga secara bergantian dimainkan oleh para pengunjung booth KLHK di Jakarta International Java Jazz Festival XVII 2022.

“Booth KLHK hadir di Java Jazz dengan konsep edutainment yang cocok dengan profile pengunjung Java Jazz yang modern, dinamis dan tech savvy. Kehadiran atraksi Augmented Reality Satwa yang ditampilkan pada screen LED dapat menimbulkan awareness tentang pentingnya menjaga satwa Indonesia. Selain itu, Games Kinect pilah sampah; menanam mangrove; tebak tumbuhan dan satwa liar, juga menarik pengunjung untuk mengenal lebih lanjut tentang kegiatan-kegiatan dan aksi nyata yang dilakukan oleh KLHK dalam menjaga lingkungan Indonesia. Congrats untuk KLHK. Mantaaappp!” ujar Dino Fitriza, developer AR dan kinect games.

Kira-kira atraksi dan games apa lagi ya yang akan ditampilkan di booth KLHK pada Java Jazz Festival 2023 mendatang?

Dokumentasi: kementerianlhk | pratamagimam

Konten Terkait