Tragedi Kanjuruhan di Mata Dunia

JAKARTA – Roaders, pada 1 Oktober 2022 lalu, duka menyelimuti dunia persepak bolaan Indonesia, masyarakat umunya pun berduka karena lebih dari serratus nyawa melayang dikarenakan kerusuhan yang terjadi pasca pertandingan derby tersebut.  Kejadian ini jelas menyedot perhatian semua pihak, tak terkecuali tragedi ini pun berhasil menyorot perhatian media asing. Salah satu media ternama di Amerika Serikat, yakni The Washington Post, ikut serta mengungkap detik-detik tragedi Kanjuruhan yang menelan nyawa ratusan orang tersebut. Melalui pemberitaan mereka pada Kamis (6/10/2022) waktu setempat, media tersebut menyajikan detik-detik menegangkan itu dalam beberapa rangkaian video yang dihimpun dan sudah diverifikasi. The Washington Post menuliskan, tak lama setelah laga Arema FC dan Persebaya Surabaya selesai, pihak kepolisian menembakkan setidaknya 40 butir amunisi tidak mematikan ke arah para suporter, yang berada di lapangan maupun tribun. Sebagian gas air mata melayang menuju ke tribun 11, 12, dan 13. Nah Roaders! Berikut ini adalah detik-detik tragedi Kanjuruhan, Malang pada hari Sabtu (1/10/2022) malam, berdasarkan informasi yang dihimpun The Washington Post:

Pukul 21.39 WIB

Wasit yang memimpin pertandingan akhirnya meniup peluit tanda pertandingan berakhir dengan kemenangan untuk Persebaya Surabaya. Penonton pertandingan ini adalah Aremania, julukan untuk pendukung Arema FC, bagi klub, ini adalah yang untuk pertama kalinya kalah dari Persebaya di kandang sendiri dalam 23 tahun. Saat pemain Arema mulai meninggalkan lapangan, beberapa suporter turun dari tribun menuju lapangan untuk menghampiri beberapa pemain.

Pukul 21.45 WIB

Sekitar pukul 21.45, ratusan penonton sudah berada di lapangan. Dua menit setelah para pemain dikawal keluar lapangan, petugas keamanan mulai memukul mundur kerumunan dan membubarkan pendukung. Terlihat di lapangan, petugas berseragam militer mulai mendorong massa agar kembali ke tribun 11, 12, dan 13. Mereka menendang dan memukuli para pendukung dengan tongkat. Beberapa penonton tampak terjatuh saat mencoba memanjat pagar besi untuk kembali ke tribun.

Puku 21.50 WIB

The Washington Post juga menulis, pada jam ini, pihak polisi mulai menembakkan gas air mata dan flare. Tampak asap mulai mengepul ke arah tempat duduk penonton di bagian selatan stadion. Pengakuan penonton di tribun 9 dan 10 kepada The Washington Post, mereka mengalami batuk dan mata berair. Sementara di tribun 12 dan 13, barisan penonton hampir seluruhnya tertutup asap. Menurut saksi mata, terdengar teriakan yang menggema dari tribun 13. Di tribun 12 dan 13, banyak orang yang melompat kembali ke lapangan berusaha menghindari paparan gas air mata. Beberapa orang mencoba pergi melalui pintu belakang, tetapi pintu keluar tertutup. Akhirnya, mereka pun turut melompat ke lapangan dan berupaya mencari jalan keluar lain. Kemudian, polisi kembali menembakkan gas air mata ke ujung selatan Stadion Kanjuruhan. Salah satu fotografer di stadion, Ari Bowo mengatakan “Semua orang panik. Pendukung panik karena ingin keluar, aparat juga panik. Kedua belah pihak panik dan menjadi lingkaran setan,” ujarnya.

Konten Terkait