Syarat Penerbangan dari Bali ke Jakarta

Di era normal baru, Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian dan Lembaga (K/L) telah menetapkan aturan terkini bagi perusahaan dan pengguna jasa penerbangan. Secara umum sejumlah regulasi yang diterbitkan mengatur tentang protokol kesehatan (Prokes).

Tidak lain tujuannya adalah untuk menekan angka penyebaran virus Covid-19.

Prokes syarat penerbangan dari Bali ke Jakarta juga termasuk di dalamnya.

Baca artikel sebelumnya: Syarat Penerbangan ke Bali Lengkap Dengan Rincian Biaya

Saya bertolak dari Bali kembali ke Jakarta, pada Sabtu 4 Desember 2021. Dimulai dengan sarapan pagi di Merusaka, hotel bintang lima tempat bermalam yang berada di kawasan Nusa Dua.

Usai menyantap breakfast di restoran, saya pergi ke lobi hotel untuk menaikkan beberapa backpack baawaan kedalam kendaraan sewa.

Cuaca hari itu cukup mendung dan sempat turun hujan selama perjalanan menuju bandar udara internasional I Gusti Ngurah Rai (Ngurah Rai International Air Port).

Selama perjalanan mengarah ke bandara, saya singgah di beberapa tempat untuk mencari bingkisan tangan. Tempat pertama yang didatangi adalah sentra oleh-oleh Pabrik Kata Kata Joger.

Joger Pabrik Kata Kata, Bali
Joger Pabrik Kata Kata, Bali.

Karena terlalu ramai pengunjung, saya mengurungkan niat untuk masuk kedalam toko. Terlebih pada perjalanan sebelumnya ke Bali pada November 2021, sudah pernah membeli beberapa bingkisan di toko baju ini.

Alih-alih membeli kaos Joger, saya singgah di toko seberang untuk membawa pulang satu kotak Pie Susu rasa original, satu kemasan cookies keju, dan sebungkus kacang goreng cap Matahari khas Bali yang terkenal gurihnya.

Perjalanan dilanjutkan dengan mendatangi Warung Laota: Hong Kong Porridge & Seafood Steam Specialist untuk makan siang. Jaraknya hanya 700 meter dari lokasi sebelumnya.

Jika Anda berkunjung ke Warung Laota, pastikan hidangan bubur seafood dan ayam bakar sebagai menu utama, serta semangkuk cakwe tersaji di meja makan.

Sebelum menyantap menu utama, cobalah ambil sumpit, kemudian celupkan potongan cakwe kedalam mangkuk racikan sambal segar dengan irisan ragam rempah alami di dalamnya.

Rasakan tekstur cakwe yang begitu renyah berpadu dengan sambal yang kaya rasa. Lidah Anda akan merasakan sensasi kelezatan yang luar biasa.

Kelezatan masakan yang dibuat oleh Chef di Warung Laota seolah tiada bandingnya. Wajar demikian, karena makanan disajikan tanpa penyedap rasa kemasan. Semuanya diracik sendiri.

Segelas es teh manis akan melengkapi nikmat makan siang Anda.

Destinasi selanjutnya adalah Nook: Western Restaurant. Tidak makan, melainkan hanya memesan Milkshake, ya minuman dingin terbuat dari susu, berpadu dengan rasa vanila dan daun mint sebagai topping.

Di sini, Anda juga dapat melihat-lihat baju santai Kelapa Kartel, termasuk berbagai aksesoris cantik.

Namun untuk memiliki salah satu pakaian tersebut, Anda perlu merogoh kantong cukup dalam. Sebab harganya berkisar mulai dari Rp. 600.000/pcs., ada juga beberapa t-shirt dan gelang-gelang seharga Rp. 100.000-an.

Usai melepas dahaga, perjalanan dilanjutkan menuju bandar udara internasional Ngurah Rai.

Didalam mobil, saya melakukan boarding pass check-in melalui aplikasi My Garuda. Tidak lupa juga mengisi eHac pada aplikasi PeduliLindungi. Setelah hari sebelumnya melakukan tes Antigen di BIMC Hospital Nusa Dua, dengan hasil negatif Covid-19.

Jika Anda hendak melakukan tes Antigen/PCR, pastikan kepada petugas kesehatan bahwa hasil tes terintegrasi dengan sistem aplikasi PeduliLindungi. Sebab hampir di setiap titik pemeriksaan Prokes memerlukan scanning QR-code melalui aplikasi yang dibuat oleh PT Telkom tersebut.

Alhamdulillah, sebelum tiba di bandara hujan berhenti. Sehingga saya tidak perlu repot mencari pinjaman payung atau jas hujan untuk melindungi diri dan bawaan.

Security check-point di bandara dilalui dengan meunjukkan dokumen-dokumen elektronik yang telah disiapkan sebelumnya pada aplikasi PeduliLindungi.

Penerbangan dari Bali ke Jakarta petang itu ditempuh dengan menggunakan pesawat Airbus A330-300 milik maskapai Garuda Indonesia, dengan nomor GA411.

Bukan! Gambar di atas bukan pesawat yang mengantar saya ke Jakarta, melainkan tampilan interior pesawat Airbus tipe ACJ TwoTwenty.

Proses take-off pesawat dari landasan pacu cukup mulus, tanpa guncangan yang mengkhawatirkan.

Penerbangan menempuh jarak sejauh 979 km dari Bali menuju Jakarta. Dengan kecepatan mach 0.780 setara dengan ground speed 859 kilometer per jam. Dengan ketinggian 11734 m di atas permukaan air laut, serta temperatur udara di luar pesawat -46.0 derajat celcius.

Data-data tersebut dapat dilihat oleh masing-masing penumpang melalui layar yang tersedia di setiap tempat duduk (aircraft monitor passenger seat).

Monitor seat Airbus A330-300.

Selama di udara, saya menyelesaikan tulisan ini ditemani dengan film Hollywood berjudul “Going in Style.” Sebuah tontonan ber-genre komedi yang mengisahkan tentang tiga orang lelaki lansia yang telah bersahabat sejak lama, tengah menghadapi kenyataan pahit pasca pensiun. Bahwa uang jaminan hari tua tidak dapat dicairkan, karena kebijakan perusahaan yang tidak berpihak kepada buruh. Walhasil salah seorang di antara mereka menyusun rencana merampok bank untuk menutupi biaya hidup dihari tua.

Well, masa muda yang produktif tentunya harus sejalan dengan rencana hidup di hari tua yang penuh rasa tenang, bahagia, dan penuh keberkahan. Bukan catatan kriminal.

Setibanya di Jakarta, saya baru menyadari bahwa di hari yang sama telah terjadi erupsi Gunung Semeru. Semoga kita selalu berada dalam keadaan yang terjaga dengan membaca doa bencana alam.

Demikian cerita saya tentang penerbangan dari Bali kembali ke Jakarta.

Perlu Anda ketahui, semakin detail rangkaian protokol kesehatan, maka semakin banyak Pihak (K/L) yang dilibatkan untuk menjamin terlaksananya regulasi kesehatan tersebut.

Share on facebook
Share on telegram
Share on whatsapp

Konten Terkait