Lobster: Makanan Gratis Untuk Narapidana, Kenapa?

lobster makanan narapidana
Creator: John Moore | Credit: Getty Images | Copyright: 2013 Getty Images

Lobster: Tentu tidak ada satupun dari kita yang bisa memastikan bagaimana dan akan seperti apa sesuatu yang saat ini kita anggap sepele dan biasa, dikemudian hari akan menjadi sesuatu yang justru sangat bernilai, jauh dari kesan sepele yang kita bayangkan sebelumnya.

Itulah mengapa, penting bagi kita untuk mensyukuri apa yang kita miliki dan nikmati saat ini, karena bisa jadi kelak itu akan menjadi hal yang sangat berharga, bahkan terbilang  sulit untuk kita dapatkan.

Inilah yang dialami oleh lobster, yang sejak beberapa hari  terakhir ini naik daun, menjadi santer dibicarakan karena polemik kebijakan ekspor yang akhirnya menimbulkan perdebatan. 

Tapi tahukah kamu, ternyata dibalik polemik yang terjadi dan dibicarakan saat ini, lobster kala itu bukanlah makanan kelas jet set seperti saat ini.  Seperti yang di lansir oleh Time, di era kolonial lobster merupakan makanan untuk orang-orang biasa bahkan, maaf, miskin. 

lobster
Bisakah Anda percaya lobster pernah dianggap tidak bisa dimakan? – Foto milik Getty Images / LauriPatterson

Wajar, karena tentu saat itu jumlahnya masih sangat melimpah ruah sehingga harganya pun sangatlah terjangkau. Bahkan demi menghemat anggaran makanan, pemerintah Amerika Serikat menjadikan lobster menjadi santapan para narapaidana di penjara Massachusetts. Hampir setiap hari para narapidana disuguhi hidangan berupa udang karang ini.

Dengan cara direbus ataupun dibakar, hewan laut ini  menjadi santapan yang menjadi trending dan tentu memiliki rasa yang luar biasa nikmat, apalagi jika sudah disajikan dengan beragam bumbu lezat. 

Bagi warga Indonesia, lobster jenis mutiara adalah yang menjadi yang terfavorit. Selain jenis mutiara, ada jenis lain yang juga cukup terkenal dan tetap diminati yaitu jenis bambu, Pakistan, kipas, dan lobstet pasir. 

Soal harga, sudah barang tentu lobster mutiara atau dalam bahasa latinnya Panulirus Ornatus-lah yang menduduki peringkat  pertama dengan kisaran harga mencapai  5 juta Rupiah per kilogramnya, dengan berat kurang lebih hingga 1,4 kg.  Wow! Sebuah harga yang fantastis dan tidak disangka-sangka jika melihat masa lalu udang karang tersebut. 

Tentu selain menjadikan lobster  santapan yang mewah dan istimewa, kita pun berharap Indonesia tetap bisa menjadi negara yang memiliki dan menjaga kekayaan laut tersebut sehingga tidak mengalami kepunahan, sehingga berdampak positif secara perekonomian kepada para nelayan di negara maritim ini dan semoga menjadi asbab kesejahteraan para nelayan di Indonesia.

Karena bernilai jual tinggi, lobster bisa menjadi alternatif bisnis yang bisa dijadikan pilihan dikala masa pandemi seperti sekarang ini.  Karena bukan hanya di laut, meskipun disebut juga “udang karang” nyatanya bisa dibudidayakan di air tawar. 

Sudah banyak komunitas pembudidaya yang mulai melirik hewan ini untuk menjadi alternatif yang cukup menjanjikan. Salah satunya adalah Tama Budidaya Lobster yang merupakan salah satu pelopor budi daya lobster air tawar di Jawa Timur, bagaimana proses dan kegiatan yang mereka lakukan silahkan cek di www.budidayalobsterairtawar.com

Semangat berbudidaya!!!

Konten Terkait