Berbuka Dengan Kurma Yang Manis

Roaders! Berdasar artikel kami sebelumnya: Menu Buka Puasa di Jalan yang Simple dan Enak, disebutkan bahwa kurma, atau bahasa Arabnya tamr (تمر), adalah salah satu menu berbuka puasa yang simple dan juga dicontohkan oleh Nabi Muhammad shalallaahu ‘alaihi wa sallam.

Ternyata hal itu bersumber dari hadits makanan favorit Rasulullah berikut ini:

Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

نِعْمَ سَحُورُ الْمُؤْمِنِ التَّمْرُ

“Sebaik-baik sahurnya seorang mukmin adalah kurma.” – Hadits Shahih (Shahih Al-Albani): Riwayat Abu Dawud nomor 2345 (Kitab Al-Siyam).

Para ‘alim (ulama) dan ustadz-ustadz (asatidz) pun telah mengingatkan kaum muslimin di Indonesia mengenai bahaya hadits-hadits, perkataan-perkataan palsu terkait dalil shahih tersebut di atas.

Di antaranya yakni perkataan yang berbunyi, “Berbukalah dengan yang manis” sebab kalimat tersebut sangat populer di Indonesia. Sampai-sampai kepopulerannya membuat orang-orang berpikir bahwa kalimat itu merupakan potongan dalil hadits, padahal bukan.

Bisa jadi perkataan tadi muncul dari ra’yu (akal logika) semata, di mana mafhumah rasa kurma yang sudah masak adalah manis.

Artinya jika Anda ingin mengejar keutamaan amal shalih, dan jika ada, maka ifthar (berbuka puasa) dan sahur lah dengan buah kurma, bukan sekedar yang manis. Sebab yang manis itu banyak, tapi yang sesuai perintah Nabi hanya satu, kurma.

Demikianlah artikel tentang berbuka dengan kurma yang manis. Semoga bermanfaat.

Affan

Penulis: Pandu Aditya Affandi, S.Kom., M.H. (Analis Kerja Sama Luar Negeri - Kementerian LHK, Jakarta Pusat) – Tim developer website Minamata Convention PBB 2021 | Lihat semua artikel Affan | Instagram | YouTube | Website | Disclaimer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *